Langsung ke konten utama

BUDI DAYA TANAMAN ANGGREK



Cara Budidaya Anggrek – Tanaman hias biasa kita temukan pada bagian depan di beberapa rumah. Ada yang berbentuk kecil dan ada pula yang berbentuk lumayan besar. Rumah menjadi asri dengan adanya tambahan hiasan di depannya. Selain itu, suasana rumah akan terlihat lebih indah dan enak untuk dipandang sehingga saat kita merasa penat dengan aktivitas dan memandang bagian depan rumah yang indah dihiasi dengan tanaman membuat perasaan lelah jadi hilang. Terlebih beberapa orang menjadikan tanaman hias sebagai hobi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KERAJINAN RESIN Bahan-bahan Untuk Membuat Kerajinan Dari Resin Membuat kerajinan dari resin tidak sulit. Ada beberapa bahan yang diperlukan, salah satunya adalah resin. Material ini punya sifat cair dan bening, namun varian keruh juga ada. Kerajinan resin bisa dibentuk seperti gantungan kunci, replika mainan, action figure, dll. Ada banyak sekali kegunaan dari bahan cair yang satu ini. Nah, jika anda ingin membuat kerajinan dari resin, maka yang perlu dipersiapkan antara lain resin, katalis, silicone rubber, dan hiasan. Bahan kerajinan dari resin Mendapatkan bahan untuk membuat kerajinan resin tidak sulit. Anda bisa mencarinya di toko bahan kimia. Bahan pelengkap lain juga bisa ditemukan disana. Jika ingin lebih praktis, silakan belanja online sebab produk ini juga sudah dijual lengkap di internet. Apa saja keunggulan resin? Yang pertama, kerajinan dari resin sangat mudah dibentuk. Berbeda dari kerajinan kayu atau batu yang membutuhkan pahatan, jenis kerajinan da...

GEMPA PULAU BAWEAN

  Rangkaian  Gempa Bawean  masih terus terjadi hingga Minggu malam ini, 31 Maret 2024. Rangkaian gempa dangkal akibat aktivitas sesar yang belum teridentifikasi itu berawal dari Jumat 22 Maret lalu lewat tiga gempa Magnitudo 5,9, M5,3, dan M6,5. Gempa terkini dari Laut Jawa, dekat Pulau Bawean, tersebut terjadi pada Minggu malam ini, pukul 20.09 WIB.  BMKG  mencatatnya berkekuatan Magnitudo 4,7 yang guncangannya bisa dirasakan di Bawean pada skala II-III MMI.

BANJIR DEMAK

Banjir yang melanda Kabupaten Demak dan wilayah sekitarnya di Jawa Tengah hingga Selasa (19/03) menunjukkan bahwa infrastruktur pengendali banjir yang ada belum siap menghadapi cuaca ekstrem yang sejak lama telah diprediksi akan lebih sering terjadi. “Kebanyakan banjir itu kan dari tanggul jebol satu-satu, pasti ada sesuatu yang ekstrem, deras, tidak bisa nampung. Akhirnya tanggul itu enggak kuat, satu per satu, beruntun,” kata Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin kepada BBC News Indonesia. Erma meyakini hujan ekstrem selama 10 hari itu dipicu oleh fenomena squall line atau "jalan tol hujan" di wilayah pantai utara Jawa. Meski Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tak sependapat soal itu. Namun terlepas dari apa pun pemicunya, Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengatakan penting untuk memitigasi potensi cuaca ekstrem yang akan lebih sering terjadi seiring naiknya suhu global.